2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Madison Square Garden dapat menyediakan 20.000 tempat duduk untuk sebuah konser. Blog ini telah dilihat sekitar 68.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Madison Square Garden, dibutuhkan sekitar 3 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Iklan

Arsitektur dan Hukum Hak Cipta

Cover of "Free Culture: How Big Media Use...
Cover via Amazon

Tidak ada penemu tunggal Internet. Tidak ada pula tanggal yang pasti yang menandai kelahirannya. Namun dalam jangka waktu
yang sangat pendek, Internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Amerika. Menurut Pew Internet and American Life Project, 58 persen orang Amerika punya akses Internet pada tahun 2002, atau naik 49 persen dari dua tahun sebelumnya7. Jumlah ini akan meningkat melebihi dua pertiga bangsa ini pada akhir 2004. Dengan semakin terintegrasinya Internet ke dalam kehidupan
sehari-hari, ia merubah banyak hal. Beberapa perubahan ini bersifat teknis – Internet membuat komunikasi berlangsung kian cepat, ia juga menurunkan biaya pengumpulan data, dan seterusnya. Perubahan teknis ini tidak menjadi fokus dalam buku ini. Ia sangat penting. Ia tidak dipahami benar. Tapi persoalan ini akan dengan mudah hilang begitu kita mematikan Internet. Ia tidak berpengaruh pada orang yang tidak menggunakan Internet, atau setidaknya tidak memberikan dampak langsung. Ia adalah subyek yang pantas dijumpai dalam buku tentang Internet. Tapi buku ini bukan tentang Internet.

Lawrence Lessig, “Budaya Bebas”

Continue reading “Arsitektur dan Hukum Hak Cipta”

DPI dan PPI Photography

A photograph is only as good as its print. Kalau foto terbaik anda belum dicetak, alangkah sayangnya. Kalau dulu bicara foto artinya kita bicara lembaran kertas yang dicetak sebagai hasil dari proses kamar gelap, yang lalu diselipkan di album atau dipajang di dinding. Kini di jaman digital yang namanya foto ya apa yang dilihat di layar (monitor, tablet, TV LCD atau digital frame), atau sekedar dilihat di ponsel. Urusan cetak mulai terasa asing khususnya bagi yang bukan menekuni fotografi sebagai profesi.

Tapi dari ribuan file foto digital yang anda simpan di komputer, suatu ketika anda toh akan mencetaknya juga. Gampang, cukup bawa kartu memori atau flash disk yang berisi file foto (misalnya berformat JPG) ke gerai cetak terdekat dan sebut saja mau cetak ukuran berapa. Beres. Tapi nanti dulu, tiba-tiba misalnya, si tempat cetak tersebut mengingatkan kalau foto yang anda serahkan bakal kurang bagus bila dicetak karena hanya 72 dpi. Nah lho, apa-apaan ini? Anda terpaksa harus googling untuk mencari tahu soal ini dan semakin bingung dengan artikel yang bermacam-macam soal dpi dan ukuran cetak ini.

Continue reading “DPI dan PPI Photography”