Kata hati

Dikala aku terpuruk, kemana lg aku mencari seseorang untuk mendengar keluh kesahku. Ingin kembali ke masa lalu, namun bukankah itu berarti aku lebih jauh menyelami keterpurukan ?ada sekumpulan ego yg membatu di dalam diri, ego yg entah dari mana datangnya. Sesaat aku mencoba mencari akar dari semua ini. Tetapi aku tetap tak menemukannya.

Berawal dari sebuah bahagia  semu,  berharap kan terus terjadi,  meski ku tahu ini hanya sesaat, aku tetap  berupaya. Bukankah mimpi  indah itu pasti terwujud ???

Kita sadar bahwa, kita semua memiliki impian yg indah. Menelisik waktu, memilah kehidupan. Apakah sebenarnya arti  sebuah keadilan. Kujalani semua yg kau inginkan..tp apa …?????

Continue reading “Kata hati”

Gelisah

Ketika ku coba untuk memberikan yg terbaik, ada sekumpulan asa menuntuntunku untuk melakukan itu.berharap akan sebuah kabahagian, hingga sempurna mahligai kehidupan

Pernakah kau merasa bahwa, apa yg diberikan oleh orang yg mestixa menyayangi kita, terasa mengekang dan tidak adil ?

Mengapa meraka selalu menentukan andil untuk perjalanan bahtera kita? Apakah tak cukup dengan nasehat dan tuntunan ?

Itulah manusia, ego yang menganga membuatnya lupa kan arti hidup, hak dan kewajiban serta selalu merasa benar . sadarkah kita akan semua ini ?

Terlalu banyak aral yg merintang, cukup sudah cobaan yg menerpa, jangan lagi ada bayang –bayang kelam yg menghantui. Jalani hidup dengan apa adanya. Kesederhanaan dan rasa syukur cukuplah membuat kita memahami reski yg diberikan  oleh tuhan kepada kita.

Aku lelah menjalani hidup seperti ini, hidup bagai penyamun, terbahak namun menagis, merasa sunyi di di keramaian, menrintih meski tak luka, terburu rasa bersalah .