Proses Pembuatan Badik Pusaka

Loncatan bunga api dari bilah-bilah besi yang dipanaskan. Saat  Panre Beddu beraksi. Ia sibuk menempa besi di depan rumahnya. Deru percikan api beradu dengan besi memekak telinga. Seperti kembang api yang dimainkan kala malam tahun baru, sesekali panre akan mengeluarkan bilah besi dari api.

Bagi masyarakat Bugis, Panre Bassi adalah julukan bagi yang sehari-hari berprofesi sebagai pandai besi. Biasanya, keahlian mereka diwariskan turun temurun.

Untuk membuat sebilah Kawali atau Badik tidaklah semudah membalik telapak tangan. Prosesnya adalah perpaduan seimbang antara kualitas besi, bara, serta kemahiran panre. Untuk menghasilkan sebuah bilah bertuah, dibutuhkan tiga tahapan. Massusung, Mallonjo, serta Mattunu.

Pertama-tama, Panre akan menyusun besi sebelum ditempa. Dalam proses Massusung, Panre akan menumpuk semua jenis besi. Jumlah besi yang disusun bervariasi. Tergantung pada pesanan pembeli. Sebilah Kawali, jumlah besinya bisa terdiri dari 20 hingga 60 susun besi. Selain besi untuk membuat bilah, ada juga pamor yang nantinya menjadi varian setiap bilah.

Setelah ditumpuk serta diratakan, besi-besi ini kemudian dibakar dalam api. Jika dirasa cukup panas oleh Panre, maka besi ini akan dikeluarkan dari api untuk ditempa. Proses menempa atau disebut Mallonjo dilakukan saat api telah menyatu dengan besi. Mallonjo merupakan proses yang dilakukan bergantian dengan Mattunu atau membakar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s