Fenomena Batu Permata ( New Neolithicum )

Gadget elektronik seperti handphone  dan computer serta lainnya bukan lagi hal yang menarik untuk dikreviev dan diperbincangkan , tergeser secara perlahan. tidak lagi bertanya  Apa Gadget terbaru kamu ?? spefikasinya bagaimana ?? akan tetapi berubah menjadi : , Jenis Batu Apa yang kamu Pakai ??? Ada Bongkahan Gan ?? bagi dong ,,,, hehehhee..hehehe , Eh Gosok Dimana yah ???

Indonesia , Negeri kita tercinta ini kaya dengan beragam adat dan budaya.serta sumber daya alam dan mineral. kita dikaruniai dengan kekayaan tersebut sehingga sangat tepa jika  istilah “sepotong surga yang dititipkan tuhan di Dunia”

akik 1
Awung Mpuleng Gemstone Khas Sulawesi

Sekarang ini, ada sebuah Fenomena menarik yang terjadi yaitu euphoria antusiasme masyarakat terhadap beragam jenis bebatuan dan mineral alam. Mulai Dari Masyarakat kelas bawah, hingga pejabat teratas pun, mengalami  Demam Batu , fenomena ini sangat merebak, coba saja kita perhatikan di sekeliling kita,mulai dari warung kopi, café , hotel hingga selasar kampus-kampus,  salah satu bahan perbincangan seru dan menarik adalah berbagai macam hal tentang permata atau Gemstone.

New Neolithicum  bergulir, sejarah dimana manusia mulai mengolah bebatuan menjadi bahan perhiasan, obsidian dan Tentu saja , CINCIN Coy,,,, hehehehehe..hehehee.

Entah hal  itu hanya  sekedar ikut-ikutan, hoby,  hingga sebuah passion life style yang menjadi symbol status social, yang ujungnya menjadi sebuah komodity  yang menjajikan dan sangat menguntungkan . Gadget elektronik seperti handphone, dan computer serta elektronik lainnya sepertinya bukan lagi hal yang menarik untuk dikupas dan diperbincangkan , seakan tergeser secara perlahan. bukan lagi Apa Gadget terbaru kamu ? spefikasinya bagaimana ? akan tetapi berubah menjadi : , Jenis Batu Apa yang kamu Pakai ??? Ada Bongkahan Gan ?? bagi dong ,,,, hehehhee..hehehe , Eh Gosok Dimana yah ???

Hanya saja, sebuah fenomena yang terjadi , biasanya tidak diiringi dengan penjelasan yang detail terhadap objek bahkan terkesan mengalamai distorsi .

sebagai pemula , Karena baru mengenal, bisa jadi kita masih kebingungan tentang batu permata, banyak hal yang menjadi pertanyaan, apakah batu yang kita miliki sekarang itu adalah batu mulia atau batu akik??? , jenisnya apa ?? bahkan yang terparah adalah kita tidak megetahui Nama Batunya, hehehehheeeee,,,heheheheheheee.

akik 2
Awung Bittara ( Gemstone KHas sulawesi )

akhirnya kita akan mulai membaca mencari tahu  istilah pada gemstone atau batu permata yang seringkali dipakai oleh para senior kita di dunia batu permata.belum lagi biasanya di setiap daerah juga memiliki istilah masing -masing, tentu saja hal ini adalah yang sangat wajar, mengingat beberapa jenis Batu permata  sebelumnya memang belum ditemukan Di Indonesia.( maklum dulu kan belum demen dan belum digali,, he.hehee.heeei ) . Nah kondisi ini mulai berubah, terutama pada jenis Batu Akik, Kini Banyak Akik Lokal seperti di Sulawesi Selatan Mulai Bermunculan dan tantangan utamanya adalah Penamaan ( kali ini serius loh ) , oleh karena itu saya berharap semoga saja bebtuan mineral Lokal yang kini telah ditemukan bisa diberi Nama Lokal, sehinga berdampak pada meningkatnya jumlah dan jenis bebatuan alam dan mineral kita, naik itu batu mulia maupun akik.

Olehnya saya mencoba berbagi sedikit pengetahuan mengenai istilah dalam dunia Gemstone , dengan harapan supaya kita bisa sama-sama mengenal lebih jauh dan banyak hal tentang batu permata. Meskipun belum lengkap, akan tetapi semoga saja ini bisa bermafaat,.( sebelum lanjut membaca, bagi bongkahannya dong..!!!! wkwkwk.w.wkwkwkwkkw ))) 🙂

Istilah-istilah Pada Batu Permata

1. Chunk / Rough Boulder/ Raw Material = BONGKAHAN gans,,,( upst.. ini cocology gan,, hehehhee..)

Nah Berikut Beberapa Istilah Dalam Dunia Gemstone :

ASTERISM / STARS (BINTANG) / STER

Fenomena pada permukaan batu permata yang berbentuk bintang, seperti garis bintang 4, 6, atau 12), yang sebetulnya terbentuk dari cacat yang dihasilkan oleh jarum-jarum kecil bersilangan atau rutiles pada batu.

 BEAUTY (KEINDAHAN)

Keindahan yang terpancar dari batu permata yang dapat dinikmati oleh mata yang memandangnya, seperti kilauan, fenomena, atau perubahan warna pada beberapa jenis batu.

CARAT (BOBOT BERAT)

Adalah satuan berat pada batu permata yang digunakan secara internasional. Pada mulanya hanya digunakan untuk Berlian, namun kemudian satuan ini pun digunakan untuk batu permata lainnya seperti Sapphire, Ruby, Jamrud, dan sebagainya. CARAT tidak sama dengan KARAT yang digunakan untuk mengetahui kadar kemurnian emas.

CHATOYANCY

Merupakan fenomena atau efek optikal yang berasal dari serat-serat batu permata, yang membuat permukaan batu berkelip menyerupai garis lurus vertikal, terutama bila batu permata terena sinar atau cahaya dari matahari atau lampu. Sering disebut juga dengan dengan istilah cat’s eye/mata kucing, atau tiger’s eye/mata macan, atau hawk’s eye/mata elang.Biasanya terdapat pada batu berbentuk Cabochon atau setengah telur.

CLARITY (KEJERNIHAN)

Adalah kebersihan atau kemurnian pada batu permata. CLARITY ditentukan oleh jumlah, jenis, warna, ukuran, penempatan dan jenis inklusinya. Semakin sedikit kotoran atau cacat pada batu, maka CLARITY-nya semakin bagus.

COLOR / COLOUR (WARNA)

Adalah warna utama yang melekat pada batu permata, baik melalui proses tertentu atau melalui proses alami.

Color Zoning/Zonasi Warna. : Merujuk kepada distribusi warna yang tidak merata pada warna di dalam batu permata. Hal ini biasanya dianggap sebagai kekurangan dari batu permata, karena konsistensi atau keseragaman warna merupakan atribut penting dari batu permata jenis tertentu. Biasanya terjadi karena adanya perubahan unsur tertentu atau keterbatasan unsur kimia pewarna selama terjadinya pembentukan batu permata. Batu permata yang tidak diwarnai oleh kotoran, seperti Topaz dan Peridot, jarang menunjukkan adanya color zoning. Namun demikian, ada juga color zoning yangg justru menjadikan sebuah batu permata itu unik, seperti yang terjadi pada Ametrine dan beberapa Tourmaline.

CUT (POTONGAN/ASAHAN)

Adalah bentuk, model, atau jenis potongan dan asahan pada batu permata. Potongan dan asahan yang baik adalah apabila hasil dari potongan atau asahan tersebut mampu memantulkan cahaya kembali keluar, sehingga mampu menampakkan keindahan batu. Secara umum diketahui ada 3 jenis potongan atau asahan, yaitu:

1.Cutting Cabochon = Potongan dengan bentuk seperti setengah telur. Bagian atas cembung dan bagian dasarnya datar atau sedikit cembung. Pemotongan Cabochon seringkali diterapkan pada Batu yang tidak transparan atau sering juga diterapkan pada batu akik. Biasa digunakan juga untuk batu permata yang memiliki fenomena seperti Star atau Cat’s-eye.

2. Cutting Faceted = Bentuk potongan yang memiliki banyak sudut kecil dan memiliki bagian atas yang datar (facet) seperti pada Berlian. Pemotongan ini bertujuan untuk membiaskan cahaya yang masuk ke batu, sehingga menjadikannya lebih berkilau. Banyak dilakukan pada batu kelas permata transparan seperti Berlian, Ruby, Shappire, Amethist, Peridot dan sebagainya.

3. Mixed Cut = Potongan yang mempunyai bentuk perpaduan kedua potogan sebelumnya. Biasanya potongan atau asahan pada permukaan atas polos, sementara pada bagian bawahnya difacet.

CRACK (RETAK)

Adalah retakan yang diakibatkan oleh benturan, terjatuh, atau bisa karena sebab pemolesan yang kurang sempurna, serta bisa juga akibat efek samping dari pemanasan.

DOUBLET (DITEMPEL 2 BAGIAN)

Menyatukan 2 bagian batu. Yang disatukan bisa batu natural dengan batu natural sejenis atau batu natural yang berlainan jenis, atau bisa juda dengan batu sintetis, dengan harapan bisa memperkuat warna batu naturalnya. Doublet banyak dijumpai pada jenis batu Opal atau Kalimaya.

DURABILITY (DAYA TAHAN/KEAWETAN)

Ketahanan dari batu permata terhadap goresan, bahan kima, dsb. sehingga tidak gampang pecah atau patah. Dalam hal ini, tingkat kekerasan batu (hardness) adalah yang menjadi tolok ukurnya.

ESTIMASI (EST.)

Merupakan perkiraan atas sesuatu, dalam hal ini biasanya perkiraan pada origin (negara asal), dimensi, ukuran, atau berat dari batu permata.

INCLUSION (INKLUSI/CACAT)

Merupakan proses pembentukan yang terjadi secara alamiah terhadap suatu mineral di dasar bumi yang lebih dikenal dengan istilah “Sidik Jari Alamiah”. Inklusi terdapat dalam berbagai bentuk, seperti: titik kecil putih dan titik gelap, atau bentuk yang lainnya. Berikut adalah berbagai jenjang dari Inklusi:

Internally Flawless (IF) = Tanpa adanya cacat sama sekali

Very-very Small Inclusions (VVS1-VVS2) = Inklusi yang teramat sangat kecil

Very Small Inclusions (VS1-VS2) = Inklusi yang sangat kecil

   Small Inclusions (SI1-SI2) = Inklusi yang kecil

Imperfect (I1-I2-I3) = Tidak atau kurang sempurna, merupakan inklusi yang bisa terlihat oleh mata

Dalam istilah lain jenjang inklusi ini dikenal juga dengan Cleanish, Lightly inclusion, Moderate inclusion, serta Highly inclusion.

LUSTER

Kilauan yang dipancarkan oleh batu permata, baik itu yang terpancar karena bentuk cutting/potongan, maupun kilauan yang terpancar dari batu permata itu sendiri.

MOHS

Skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan suatu mineral dengan jalan membandingkannya dengan mineral yang lain. Ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Jerman bernama Friedrich Mohs pada tahun 1812. Saat itu sang geologis/mineralogis membagi kekerasan suatu mineral ke dalam 10 tingkatan, dengan cara mencari bahan terkeras yang dapat digores oleh bahan yang diukur, dan, atau bahan terlunak yang dapat menggores bahan yang diukur, sehingga terciptalah skala Mohs yang menjadi tolok ukur standar kekerasan seperti yang dapat kita jumpai sekarang.

NATURAL

Batu permata asli yang diambil dari alam, bukan permata buatan (sintetis maupun imitasi).

ORIGIN

Asal muasal atau asal mula batu permata, baik asal daerah maupun asal negaranya. Misalkan: origin Garut, origin Indonesia, origin Kashmir, origin Srilangka, origin Afrika, origin Colombia, dsb.

POLISHING

Proses penggosokan batu, dimana batu yang dipotong dibentuk menjadi bentuk oval (lonjong) atau bulat, atau yang biasa disebut bentuk Cabochon, yang bertujuan untuk melihat keindahan tersendiri yang dimiliki oleh batu permata tersebut.

RARE / RARITY (KELANGKAAN)

Sesuatu yang langka, biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa batu permata tersebut sangat layak untuk dijadikan sebagai benda koleksi karena kelangkaannya.

SIMILAR

Batu permata yang mirip atau hampir menyerupai jenis batu tertentu.

TREATMENT

Perlakuan yang diberikan pada batu permata dengan menggunakan proses-proses tertentu dengan tidak mengubah unsur kimia yang telah terkandung di dalamnya, misalnya Bleaching, filling , heating dan infucion.

Nah Mungkin cukup itu saja, tulisan ini saya rampung dari berbagai macam sumber, jangan lupa Bagi Bongkahan nya yah…!!!!! heheheee..hehehee.hehehee …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s