Mengenal DNS

Bukan rahasia kalau internet di indonesia adalah dodol, siapapun ISP penyelenggaranya pada kenyataanya semuanya adalah dodol karena jumlah penggunanya melebihi jumlah Quota yang dimiliki oleh ISP tersebut. Apa yang dibayar dengan tingkat kecepatan yang diterima sering kali tidak sebanding, namun mau protes kemana? yah terima ajah dari pada ngga bisa internetan sama sekali. Namun ada solusi untuk mengakali koneksi internet yang dodol tersebut dengan menggunakan Google DNS.
Salah satu sebab mengapa akses internet ISP Indonesia sering putus atau sering lambat, atau mungkin anda pernah mendapati kasus bahwa salah satu ISP tidak bisa mengakses sebuah website yang servernya berada di luar negeri, namun melalui ISP lainnya website itu bisa diakses dengan baik. Permasalahannya bukan pada server website tersebut, melainkan pada DNS ISP bersangkutan. Hal ini di sebabkan DNS server yang dibeirkan oleh penyelenggara ISP sering kali tidak memadai karena lebih banyak yang menggunakannya sehingga overload. Anda bisa mengontak ISP yang bersangkutan untuk meminta DNS baru, namun biasanya hal itu tak akan berlangsung lama karena DNS yang baru itu pun akan segera padat dan akan berakibat pada akses internet yang digunakan. Mungkin solusinya bis a menggunakan Open DNS atau Publik DNS.

Apa Itu DNS Internet ?

Pada dasarnya nama domain seperti yahoo.com, facebook.com, jirakcelebes.org dan lain sebagainya adalah berbentuk alamat IP yang diterjemahkan menjadi nama domain. Semisal google.com, Ip nya adalah 208.67.219.231, namun kalau memanggil google.com dengan menggunakan alamat ip seperti itu maka tentunya mengakses website menjadi sebuah pekerjaan yang tidak menyenangkan, karena harus menghapal alamat IP.  Alamat-alamat Ip inilah yang digunakan oleh server untuk saling berkomunikasi, tidak hanya server hosting melainkan juga server domain dan juga server proxy semua berkomunikasi dengan menggunakan alamat IP ini.
Karena jumlah traffic yang tinggi sering kali menyebabkan DNS sebuah ISP drop, sehingga ketika mengakses sebuah website menjadi lamban, atau malah tidak bisa mengakses sebuah website terutama yang servernya berada di luar negeri. ISP mempunya DNS sendiri sebagai sambungan antar server, melalui DNS inilah koneksi dan dialog antar server dapat dilangsungkan sehingga terjadi koneksi antar browser yang ada di komputer dengan ip server. Namun karena jumlah penggunanya lebih banyak sehingga DNS yang disediakan oleh ISP ini sering kedodoran melayanan proses request dari penggunanya yang berakibat penggunanya di rugikan oleh akses yang lambat atau terputusnya koneksi internet.

Apa Itu Google DNS ?

Sejak berdiri hingga saat ini Google sudah melayani banyak sekali permintaan dan menjelajahi website, semua itu tersimpan di dalam DNS cache yang dimiliki oleh Google untuk mempercepat proses koneksi dari hasil pencarian di Google. Kemudian Google membuka DNS cache untuk dpat digunakan oleh publik dengan tujuan untuk mempercepat dan juga memberikan keamanan dalam berinternet, dan di keluarkanlah publik DNS milik Google yang diberinama Google DNS.
Dengan menggunakan DNS Google maka beban DNS sudah tidak lagi dibebankan oleh DNS ISP yang digunakan melainkan ditanggung oleh Google, dengan memanfatkan DNS cache maka sebuah proses request dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
Bagaimana Menggunakan DNS Google ?
Cara menggunakannya cukup mudah, tinggal ganti saja DNS yang anda gunakan dengan DNS Google yaitu :  8.8.8.8 dan 8.8.4.4.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s