Arsitektur dan Hukum Hak Cipta

Cover of "Free Culture: How Big Media Use...
Cover via Amazon

Tidak ada penemu tunggal Internet. Tidak ada pula tanggal yang pasti yang menandai kelahirannya. Namun dalam jangka waktu
yang sangat pendek, Internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Amerika. Menurut Pew Internet and American Life Project, 58 persen orang Amerika punya akses Internet pada tahun 2002, atau naik 49 persen dari dua tahun sebelumnya7. Jumlah ini akan meningkat melebihi dua pertiga bangsa ini pada akhir 2004. Dengan semakin terintegrasinya Internet ke dalam kehidupan
sehari-hari, ia merubah banyak hal. Beberapa perubahan ini bersifat teknis – Internet membuat komunikasi berlangsung kian cepat, ia juga menurunkan biaya pengumpulan data, dan seterusnya. Perubahan teknis ini tidak menjadi fokus dalam buku ini. Ia sangat penting. Ia tidak dipahami benar. Tapi persoalan ini akan dengan mudah hilang begitu kita mematikan Internet. Ia tidak berpengaruh pada orang yang tidak menggunakan Internet, atau setidaknya tidak memberikan dampak langsung. Ia adalah subyek yang pantas dijumpai dalam buku tentang Internet. Tapi buku ini bukan tentang Internet.

Lawrence Lessig, “Budaya Bebas”

Buku ini membahas mengenai  arsitektur dan hukum hak cipta dalam kehidupan yg kita hadapi saat ini, sebagai media yg sangat besar, internet merupakan tempat untuk menggali informasi. Hiburan serta banyak hal lainya yg tentunya semua hal tersebut secara sadar atau tidak kta terkadang menjadi pembajak karya seseorang  yg nota bene itu terdapat suatu hak cipta, baik dari sebuah ide,karya dan lain sebagainya.

Budaya bebas juga bukanlah berarti semua bebas dengan kebablasan tanpa aturan, terdapat beberapa rambu-rambu  yg juga mengikat sehingga dengan begitu , hak cipta dapat tetap dihormati sementara pencipta juga dimungkinkan untuk membebaskan kontennya sesuai dengan kehendak mereka. Dengan kata lain, kita perlu suatu cara untuk mengembalikan kebebasan yang sebelumnyakita telah terima begitu saja.

Jika arsitektur asli Internet memberlakukan sistem “tidak ada hak yang dilindungi” sebagai sesuatu yang dari sananya, maka ke depan arsitekturnya akan memberlakukan sistem “seluruh hak

dilindungi” sebagai asas. Arsitektur dan hukum yang mengelilingi rancang Internet akan semakin memproduksi sebuah lingkungan di mana seluruh penggunaan konten membutuhkan ijin. Dunia “potong dan tempel” yang mendefinisikan Internet hari ini akan menjadi sebuah dunia “meminta ijin untuk potong dan tempel”; sebuah dunia yang merupakan mimpi buruk bagi para pencipta.

Yang kita butuhkan ialah sebuah cara untuk mengatakan sesuatu yang di tengah-tengah—bukan “seluruh hak dilindungi” atau “tidakada hak yang dilindungi”, melainkan “beberapa hak dilindungi” (somerights reserved).

tertarik untuk membacanya ???? buku dapat anda unduh secara gratis di  : sini

 

Advertisements

One thought on “Arsitektur dan Hukum Hak Cipta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s